DP Besar vs Kecil! Mana yang Lebih Untung?

Dalam membeli mobil, sistem cicilan adalah hal yang lumrah. Apalagi mengingat harga mobil baru yang tidak semua orang bisa membelinya dalam bentuk tunai. Namun, saat akan menentukan cicilan banyak orang juga ragu untuk memberikan DP atau uang muka.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.17/10/PBI/2015, besaran uang muka untuk cicilan kendaraan bermotor adalah minimal 30% dari harga kendaraan. Namun, Anda dapat membayar lebih besar jika menginginkan

Keuntungan Membayar DP Besar vs DP Kecil

Baik DP besar maupun kecil sama-sama mempunyai keuntungan dilihat dari beberapa sisi. Berikut penjelasannya.

1. Kepercayaan Pihak Pembiayaan

Jika Anda ingin memenangkan kepercayaan dari pihak ketiga yang memberikan pembiayaan, maka lebih baik Anda memilih untuk memberikan uang muka yang lebih besar dari besar minimum. Selain itu, jika Anda memilih untuk memberikan DP lebih besar, Anda akan mendapatkan kemudahan ketika akan membeli mobil di periode berikutnya.

2. Tenor

Kebanyakan orang pasti memilih tenor pendek untuk menghindari risiko di masa depan. Untuk bisa memperoleh tenor pendek, maka otomatis uang muka yang harus dibayarkan lebih besar dari ketentuan minimum.

Misalnya saja Anda membeli sebuah mobil dengan harga 250 juta. Jika menggunakan uang muka minimum, yaitu sekitar 37 jutaan, maka Anda harus mengangsur selama 5 tahun dengan cicilan per bulan sebesar 6,2 jutaan.

Namun, jika Anda ingin mengangsur selama 3 tahun dengan angsuran per bulan sebesar 4,7 jutaan, maka Anda harus membayar uang muka sebesar 125 jutaan.

2. Cicilan Ringan

Besarnya cicilan memang tidak selalu tergantung dengan besarnya uang muka. Namun, jika menggunakan uang muka lebih besar dari ketentuan minimum, maka ciciln yang akan Anda dapatkan cenderung ringan dengan tenor pendek.

Namun, terkadang Anda juga dapat memperoleh cicilan ringan di awal pembiayaan dengan mengambil penawaran bunga 0% dan uang muka sebesar 15% saja seperti yang ditawarkan di SEVA.

Namun tentu, tenor pembiayaan akan mengikuti jumlah cicilan tersebut. Walau demikian, Anda akan tetap terbantu karena cicilan sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda.

3. Selisih Bunga Tahunan

Ketika Anda membayarkan uang muka yang besar, maka hal tersebut akan berpengaruh pada selisih  beban bunga dibayarkan per tahun yang menjadi lebih efisien. Jika dihitung maka nantinya total harga tidak mengalami pembengkakan yang serius.

Namun, jika Anda menggunakan acuan bunga bergerak, maka masih ada kemungkinan mendapatkan bunga rendah meskipun menggunakan DP rendah, yaitu jika suku bunga menurun.

4. Efisiensi

Ada dua jenis efisiensi yang bisa Anda dapatkan tergantung dari sudut pandang yang berbeda. Jika Anda membayar uang muka lebih besar, maka waktu selesai pembayaran akan lebih cepat. Keadaan mobil juga masih baik dan kemungkinan jika akan dijual kembali harganya masih terbilang tinggi.

Namun jika melihatnya dari sisi DP rendah, maka efisiensi tentang kondisi kendaraan kemungkinan tidak tercapai karena kebanyakan mobil saat berusia 5 tahun sudah butuh banyak perawatan. Tetapi Anda bisa melihat efisiensinya dari sisi lain, yaitu penghematan anggaran.

Saat membayar DP rendah, maka Anda masih bisa mempergunakan sisanya untuk kebutuhan lain. Anda pun masih bisa memiliki tabungan untuk dana darurat maupun investasi di bidang lainnya.

Semua sistem pembiayaan untuk mendapatkan mobil tentunya sah saja diambil asalkan tidak memberatkan Anda. Di atas semua itu, selalu pertimbangkan kemampuan finansial ketika akan mengambil akad kredit dengan DP besar maupun kecil.